View | Blog

Giuseppe Visenzi. Mungkin nama ini terdengar awam di telinga orang-orang Indonesia. Tak terkecuali para penyuka MotoGP. Visenzi yang kini berusia 75 tahun adalah salah satu legenda balap MotoGP asal Italia.

Pada 1969 Visenzi bertarung bersama legenda sepanjang masa MotoGP Giacomo Agostini di kelas 350cc (kelas tertinggi saat itu). Lelaki kelahiran Brescia ini bahkan sanggup mencapai podium ketiga, di bawah Agostini dan Silvio Grassetti.

Tapi tidak seperti Agostini yang baru pensiun pada 1977 dan sempat merasakan kelas 500cc, Visenzi justru berhenti menekuni aktivitas balap motor usai podium yang diraihnya.

Dia pun memilih beralih profesi sebagai pengusaha. Ya, bisninya tak jauh dari latar belakang yang ditekuninya, yaitu aksesori sepeda motor. Dengan merek dagang GIVI, merek itu kini tak hanya besar di Italia. GIVI juga telah go-internasional.

Bukan hanya jaringan pemasaran yang disebar ke seluruh dunia, beberapa pabrik GIVI juga dibangun di luar Italia. Termasuk pabrik di Malaysia sebagai penyuplai untuk pasar Asean.

Jadi merupakan kehormatan ketika Dapurpacu.com mendapat kesempatan bertemu Visenzi di kantor GIVI Indonesia di Bilangan Serpong, Tangerang, Sabtu (5/3) lalu.

“Anda sungguh mencintai balap sepeda motor, itukah yang mendasari GIVI banyak mendukung tim-tim balap, termasuk tim Balap LCR Honda dan Ducati di MotoGP?” tanya Dapurpacu.com

Setelah tersenyum presiden dan pendiri GIVI ini menjawab, “GIVI lahir dari latar belakang saya sebagai pebalap sepeda motor. Olah raga balap sangat beresiko terhadap keselamatan, tapi di sisi lain, para pebalap tetap merasa aman ketika membalap.”

“GIVI ada di balap untuk menunjukkan bahwa berbagai kelengkapan sepeda motor yang kami ciptakan bisa mendukung keselamatan dan kepraktisan pemotor,” lanjutnya.

“Apakah dengan begitu, suatu saat nanti, GIVI bisa menyemponsori pebalap muda Indonesia?” tanya Dapurpacu.com

“Kami tidak secara langsung mendukung individu (pebalap). Selama ini kami mendukung tim balap. Jadi bila Indonesia memiliki tim balap sepeda motor yang kuat maka dukungan bisa saja kami berikan,” jawab Visenzi.

“Dan, tentu saja yang akan memberikan dukungan ke tim balap Indonesia adalah GIVI Indonesia. Semoga bisnis GIVI tumbuh di Indonesia, sehingga tim balap Indonesia bisa kami dukung, seperti yang telah kami lakukan di Malaysia.”

Sejurus kemudian sebuah buku tebal bersampul merah disodorkan kepada Dapurpacu.com. Di sampul buku tersebut tertulis besar “Giuseppe Visenzi.” Berbarbagai cerita dan foto-foto bersejarah tentang Visenzi terlukis detil di dalamnya.

“Bagaimana masa depan GIVI nanti,” tanya Dapurpacu.com. “Kami memiliki bisnis yang baik dari tahun ke tahun. Tahun lalu GIVI tumbuh 22 persen. Ini bertanda pemotor di berbagai negara membutuhkan kelengkapan-kelengkapan sepeda motor seperti yang kami buat,” jawabnya.

“Indonesia salah satu negara potensial bagi GIVI. Tentu kami tak akan berhenti pada penciptakan produk-produk boks modern dan kelengkapan lain. Kami akan terus mengembangkan produk sesuai kebutuhan setiap model sepeda motor baru dan pengendara yang kian menuntut kesempurnaan.” 

Artikel Asli :http://dapurpacu.com/279784/giuseppe-visenzi-sang-legenda-motogp-italia-dan-pendiri-givi/?utm_source=tag-box

 

 

 
SEARCH IN GIVI
LANGUAGE